Travelling

Perjalanan KM Kelud Sekupang (Batam) – Tanjung Priok (Jakarta) : Cerita 4


 

Finally, setelah 2 tahun lebih saya berkesempatan juga untuk menulis kisah perjalanan ini.  Ya, perjalanan bersama KM kelud yang kami lewati waktu Najmi baru berusia 3 bulan.

Saya pernah menulis tentang perjalanan ini disini dan disini untuk perjalanan kembali ke Batam, sudah ditulis juga disini. Tapi tulisannya pada gak ada gambarnya, dan lebih fokus pada detail perjalanan sebelum dan setelah naik kapal kelud ini sendiri.

Dalam rangka mudik lebaran saat itu, demi ngirit dan melalui pengalaman baru naik kapal laut, finally pilihan kita berlabuh untuk berangkat menggunakan kapal laut. Meskipun setelah difikir-fikir, sama aja dan lebih rugi kalau naik kapal laut, jadi kalau niatnya efisiensi ga nyaranin deh.

Keuntungan kapal laut itu, memang tiketnya lebih murah, untuk kelas ekonomi itu 350 ribu, sementara tiket pesawat itu biasanya 500-600 ribu’an. Hanya saja, lama perjalanan nya berkali-kali lipat. Dengan pesawat, 1 jam 45 menit, kita sudah sampai ke Soekarno Hatta Airport. Sementara naik Kelud? 30 jam!

Keuntungan lainnya adalah bagasi yang dibawa bisa sepuasnya, sebanyak yang bisa kamu angkut! Maka penumpang kapal pun rata-rata adalah mereka yang mau berdagang di Jakarta, atau sebaliknya, belanja di Jakarta dan dijual di Medan atau Batam. Mereka bawa barang dagangan yang menggunung. Terlihat dalam pandangan saya adalah mereka, para pemuda yang bergerombol untuk berdagang.

 

Capture
Ini adalah suasana ruang tunggu penumpang KM Kelud, jangan bayangkan suasanya seperti pelabuhan ferry internasional  modern ya, karena faktanya ini seperti suasana pelabuhan di era 60’an (Kalau pernah lihat pelabuhan New York di film Fantastic Beast, mirip banget deh) Btw, sekarang KM kelud berlabuh di Pelabuhan Batu Ampar, sebagai perintah dari Pak Ignatius Jonan, Mentri perhubungan. Waktu itu, saya masih naik KM Kelud dari pelabuhan Sekupang.

Baiklah, kita sebenarnya dapat ferry jam 3 sore, supaya gak terlambat, jam 2 kita sudah sampai di Sekupang.  Ternyata kita memang sudah bisa naik kapal dari jam 3, tapi Ferry baru berangkat jam 5 sore. Untuk mengisi waktu kita sempatkan keliling kapal dan melihat setiap pojoknya :

 

pos
Ummah sama Najmi di ruang tunggu penumpang. Kalau trip barang bawaan kami seringkali tidak dikemas dengan rapih.

 

kjh
Di sepanjang pinggir kapal, ada kursi yang pas buat lihat sunrise maupun sunset di sepanjang perjalanan.

 

il
Di sisi kiri dan kanan, ada banyak sekoci dan kotak-kotak berisi kapal darurat & pelampung. Untuk keselamatan, setiap pagi, kita akan lihat petugas kapal melumasi jalur penurunan sekoci, agar tidak macet jika terjadi keadaan darurat.

 

uj
Suasana pantai Batam yang membius

 

uhh
Ada dua macam sekoci, yang pertama sekoci besar seperti yang tergantung itu, sedangkan satu lagi ada yang berbentuk seperti drum, kalau baca petunjuknya, jika kita tarik salah satu tali di drum itu, dia akan berubah jadi perahu.

 

jbn
Ada kafe dan kursi untuk bersantai seperti ini juga loh, jadi sepanjang perjalanan kita bisa sambil bersantai.

 

;jjj
Saya jatuh cinta pada cahaya menembus awan di langit pantai seperti ini

 

jjkk
Tidak semua area bisa kita masuki, seperti area sekoci ini, dan dek depan kapal. Jadi gak bisa deh romantis-romantisan di depan kapal kaya Jack sama Rose di film Titanic.

Saya coba ingat-ingat, ada 5 lantai di Kapal Kelud ini. Lantai paling bawah adalah ekonomi 1. Sempit, dan pusing. Karena latai 1 ini berada di bawah laut! Seremnya, disini juga kita bisa lihat tiang-tiang berlumut dan air yang merembes! Belum lagi, goyangannya yang heboh, namanya juga di bawah permukaan laut.

Lantai 2, persis di atas air laut. Jadi jika kita tengok kejendela, kaki sama dada kita itu ada di dalam laut, tapi kepala kita ada diatas laut. Gitu. Serem kan. Lantai dua ini, selain ekonomi 2, juga tempat ruang masak. Jadi kalau pas kita antri makanan, kita turun ke lantai 2 ini.

Lantai 3, itu ekonomi 3 dan eksekutif. Agak lumayan enak, ada restoran disini, ada ruang rekreasi, yang katanya kalau di musim lebaran ada PS nya dan tempat bermain anak. Pun, disini kita sudah bisa keluar untuk melihat angin. Dilantai 1 & 2, tidak ada… pan deket air laut.

Lantai 2, itu dek utama, tempat kamar-kamar VIP dan kafe. Tempat yang pas buat nongkrong. Mushola juga disitu. Uniknya, shalat di kapal itu ganti-ganti kiblat! Haha. Iya, jadi kadang pas shalat dzuhur kita ngadep ke depan kapal, pas maghrib bisa malah ke sisi kanan kapal. Shalat di kapal juga sering di jama’. Jadi adzan cuma 3X : Subuh, Dzuhur dan Maghrib. Selain subuh, sisanya shalat Jama’ Ta’dhim. Setidaknya itu yang saya ingat waktu naik kapal ini.

 

mm
Ini cerobong kapal. Bau asap disini. Jaga jarak aja ya. Pengap, beneran.

 

mmm
Tuh kan bener, nama kapalnya KM Kelud!

 

,,,jjj
Senja di KM Kelud.

Kapal pun melaju di Jam 5 sore, meninggalkan Batam dan melaju pelan menuju Tanjung Priok. Sepanjang perjalanan, kami shalat, makan, nonton TV dan cuma lihatin Hape! Karena gak ada sinyal! Namanya juga di tengah laut.

Katanya sih kalau Simpat* itu bisa ada sinyal, operator lain? Nihil. Paling kalau pas dekat-dekat pulau, baru deh ada sinyal. Kapal juga jarang mengarungi laut lepas, lebih sering melaju di pinggiran pulau. Sepertinya sih demi alasan keselamatan.

Malam hari, untuk melepas penat saya ngopi di Kafe Kapal. Bergiliran menjaga Najmi bareng Istri.

 

luikk
Di dalam kapal, ada banyak lukisan & foto-fot bagus. Seperti yang ini. Kebanyakan adalah foto-foto di Medan, kan ini Kapal memang menghubungkan Jakarta sama Medan, Batam dan Tanjung Balai Karimun itu cuma Pulau Transit.

 

mmmmm
Di tulisan sebelumnya, saya sempat cerita kenal sama Bule, nah kita barteran rokok. Saya dapat rokok lintingan ini, yang dia buat sendiri. Sempet under estimate, ternyata enak banget. Saya gak nanya merek nya apa, gak foto juga. Nyesel banget. Apa ini tembakau Gorila ya? Haha, kayanya bukan deh, cuma enak aja, tapi gak bikin pusing

 

mmm,,,
Tuh bulenya yang lagi tidur di ayunan yang dia iket di pagar kapal. Gak kedinginan apa, padahal tidur di dalem juga banyak kasur kosong.

Katanya nih kapal bakal padat banget kalau pas musim mudik lebaran. Tapi, karena saat itu udah bukan musim lebaran, kapal pun sepi. Katanya, kalau lebaran kadang suka ada penumpang yang sampai tidak kebagian tempat tidur, sampai tidur di selasar, gang-gang dan lorong kapal. Sekarang? Ah, lantai 1 dan 2 aja kosong! Lantai 3 juga gak penuh-penuh amat.

 

,mbb
Ini gelas dari kopi yang saya minum, karena Pelni BUMN, pemasok kopi dan gelasnya pun UMKM lokal sama BUMN.

 

Yang dikeluhkan saat naik kapal adalah pusing. Yah, mabuk laut mungkin ya? Beneran kurang nyaman deh kalau tinggal di laut lama-lama, malam berasa panjang, dan tidur pun goyang-goyang. Sepi, hanya debur ombak dan dzikir yang menemani. Menyadari bahwa betapa kecil saya ini.

 

 

mmmm
Pagi pun datang di Kapal ini. Rasanya seperti melihat syurga! Haha, saking senengnya bisa melihat cahaya lagi.

 

7655
Matahari pagi di KM Kelud. Sepertinya posisi kami  saat itu sudah ada di sekitaran Bangka Belitung.

Kegiatan saya pagi itu, ya kembali menyusuri kapal, dan akhirnya bisa menemukan ruang rahasia, yaitu kamar VVIP yang disana ada peralatan olah raga! Ya, kita olah raga dulu aja, biar gak bosen. Sempet degdegan dan takut dimarahin awak kapal, karena ternyata ini ruangan persis di belakang ruang kemudi. Tapi ternyata pas ketahuan, ga dimarahin tuh 😀

 

 

nbvc
Ruang Jangkar. Ternyata memang gede banget, itulah kenapa Jangkar bisa sampai menambatkan kapal. Talinya aja gede-gede!

 

mmmmmmm
Ruangan Jangkarnya di kunci ko, jadi ga bisa asal masuk.

 

 

nbbb
Suasana lorong kapal, bisa dipake mojok, tapi gak ada yang mojok! Haha

 

7666
Narsis di ruang Fitness

 

hggg
Ada banyak lukisan-lukisan Diorama Legenda dan Cerita rakyat, ini slah satunya.

Yah, lama menunggu, akhirnya kita sampai di Tanjung Priok jam 9 malam. Benar-benar deh, padahal jadwal sebenarnya itu, kapal harusnya sampai jam 5 sore. Sebelum saya tutup, buat yang pengen lihat bagaimana kamar kelas ekonomi disana, ini penampakannya :

5644
Bobo cantik, Najmi dan Ummah
7666m
Suasana kapal kelas ekonomi, kaya apa coba? Kaya kamar pengungsi, yah? Haha
6444
Di setiap dek, ada indikator seperti ini.

Alhamdulillah, Tanjung Priok sudah kelihatan, terima kasih sudah menemani hingga penghujung tulisan dan sampai jumpa lagi.

78888
Jakarta dari Kapal KM Kelud. Hanya barisan cahaya di malam hari.
Iklan

27 tanggapan untuk “Perjalanan KM Kelud Sekupang (Batam) – Tanjung Priok (Jakarta) : Cerita 4”

  1. lah? azeem, masih kenal sama saya ya? haha dimana sekarang?

    gak bisa zeem, saya pun pernah nanya gitu ke orang pelni, dia bilang kalo motor dipaketin aja, ga bisa di bawa sama orangnya, soalnya kapalnya beda sama roro/ferry merak-lampung yang bisa muat kendaraan, desainnya beneran cuma buat penumpang

  2. Masih kenal dongss hahaha, kabar alhamdulillah baik bang, ini sekarang domisili semarang hehehe. Berarti masuknya ke logsitik pelni ya? Di pelabuhan apa ada loketnya kah??

  3. Masih kenal dongss hahaha, kabar alhamdulillah baik bang, ini sekarang domisili semarang hehehe. Berarti masuknya ke logsitik pelni ya? Di pelabuhan apa ada loketnya kah??

  4. Loh, ko bisa d Semarang? Gimana ceritanya? Kalo d Sekupang dulu ga ada zam.. logistik Pelni kan jasa kurir kaya JNE gtu

  5. Kalau dr Batam mau ke Makassar bisa gak ya naik kapal Pelni soalnya harga pesawat sekarang seperti elu emas🤗

  6. Kalo ga salah kartu simpat* mah ada mas, asal operatornya telk*msel aja, kalau yang lain kayanya ga ada… Mungkin karena ada kerjasama antara pelni dan telk*msel

  7. Kayanya bisa sih, cuma naik kapalnya apa saya ga tahu, ada kapal KM sinabung kalau ga salah yang melayani makasar. Silahkan telepon call center PELNI aja mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.