Era Tinggal di Jakarta (2017- ...)

Cerita Harian 93 : Sebuah Anomali


Sabtu, 4 Jumadil Akhirah 1440H(9 Feb 19)

Sakit,

Apalah enaknya dari sebuah rasa sakit? Badan tak enak, uang lepas, waktu lepas. Namun sakit seringkali dibutuhkan manusia. Ia menjadi momen untuk berintropeksi, momen untuk sadar, momen untuk kembali pada kebenaran yang mungkin sudah sekian lama terlupa.

Sudah sepekan ini saya sakit, ada semacam radang kata dokter di telinga saya, membuat telinga rasanya ada yang menghalangi, wajah sebelah kanan seperti sedikit kebas dan impaknya berpengaruh ke kepala, mata dan hidung. Tidak enak.

Di akhir pekan sebelumnya, ada seperti suara mendenging pelan di telinga saya, dan semalam kepala saya benar-benar pusing hebat, tidak pernah saya sepusing itu sebelumnya. Mungkin masuk angin, mungkin darah tinggi. Saya hanya bisa menduga, hanya bisa pasrah. Pusing di kepala lebih sakit daripada pegal, karena saat pegal, ada bagian yang bisa dipijit, tapi saat pusing, kita hanya bisa pasrah, dipijit pun sakitnya ada di dalam.

Entah ada apa sebenarnya, mudah-mudahan benar tdiak apa-apa. Sudah dua dokter yang saya minta konsultasinya, katanya tidak apa-apa, hanya alergi saya kambuh, hanya radang di telinga. Tapi entah, mudah-mudahan memang begitu adanya. Sejak sakit, saya tidak produktif seperti biasanya, shalat pun kurang khusyu’, kerja pun kurang serius, mata saya pusing lama-lama di depan laptop. Kepala pun tidak bisa berfikir banyak saat kurang sehat begini. Hanya ingin tidur saja, beristirahat. Masih untung saya bekerja kantoran, saat sakit begini pekerjaan saya tidak begitu menguras fisik. Bagaimana dengan mereka yang bekerja bangunan, jualan keliling komplek, tukang ojek, tidak mudah bekerja dengan kondisi fisik seperti ini.

Sejak pagi saya hanya bisa diam di rumah, beberapa kali keluar untuk membeli makanan. Uang 20rb kini hanya bisa beli makanan untuk di konsumsi 10 menit saja, harus sabar. Masih beruntung saat sakit masih punya makanan di rumah. Rasanya ingin diam saja, tiduran, ngemil.

Sudah lebih dari 300rb untuk berobat dan beli obat, mengingatkan saya untuk lebih baik dalam sedekah. Pun saya sudah coba memperbaiki sedekah, tiada hari tanpa sedekah. Karunia belum tentu sebuah kemuliaan di depan Allah, namun sebuah musibah bisa menjadi sebuah teguran agar kita lebih baik memperbaiki diri.

Semalam saat sakit mendera kepala saya, rasanya saya malu dengan diri sendiri, malu dengan hutang yang belum terbayar, uang yang mungkin saya dapatkan tanpa jalan yang baik, janji yang belum ditepati, sikap yang kurang beretika, hati yang kadang kala keras, juga ibadah yang belum sempurna.

Saat diri merasa benar-benar lemah, bahkan saat benar-benar tidak berdaya hanya untuk menghilangkan sakit di kepala pun, Kadang beberapa pertanyaan masih singgah di kepala, beberapa memang menyesatkan, benarkah cara hidupku sekarang? Benarkah keyakinan ini saya jalani? Akankah datang sebuah petunjuk untuk meyakinkan apa yang saya yakini? Saya benar-benar berharap kepada Allah SWT dan menyadari siapakah saya? satu titik saja di bumi ini, seperti debu saja rupanya, yang hanya berharapd an terus berharap karena tidak ada lagi upaya yang dipunya, tiada derajat yang mulia, hanya berharap Allah SWT sudi kiranya menguatkan iman hamba lemah ini di jalan yang benar.

Hari ini

Pagi datang, selepas subuh saya hanya dapat kembali terlelap, jam 8 datang anak-anak mandi, saya pun main bersama anak-anak dengan motor, makan dan jajan serta membereskan rumah hingga dzuhur datang.

Selepas dzuhur kita keluar membeli makanan, istirahat dan bangun untuk menulis. Najmi masih terbuka juga matanya, disini, bersama saya. Ahad Siang.

8cdd7945-66a6-410b-9cb2-401c02982a60

Barulah selepas Ashar saya sudah agak baikan dan mengajak Ummah untuk menikmati weekend ke GS Supermarket sambil belanja untuk kebutuhan besok. Alhamdulillah, sudah agak baikan dan baik-baik saja disana, tambah lagi deh daftar arena bermain gratis untuk anak-anak :D.

f522371d-814b-4895-9f03-38bd333e28ad

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.