Era Tinggal di Jakarta (2017- ...)

Cerita Harian 93 : Sebuah Anomali


Kamis, 24 Jumadil Awwal 1440H(31 Jan 19)

Masa sih mau biarin hari demi hari berlalu begitu aja?

Ya, hari ini kesiangan lagi, jam 8 baru jalan karena ada kebahagiaan yang harus diselesaikan di rumah. Anak-anak pun baru sarapan di jam segitu, ditemani bala-bala.

Dapet 200T

200T.JPG
Skema kehidupan dengan uang 200T

Tiba-tiba saat di jalan saya kefikiran : Kalau saya punya harta 200 Triliun mau dipakai apa? Kalau kata aa gym mah, udah saya infakin aja semua, saya mah biar ngekhayal lagi aja! 🙂 Tapi kalau saya ditanya serius, saya mau jawab begini.

Orang terkaya di dunia itu kekayaannya 1624T, bahkan menurut sebagian informasi 2100T, orang terkaya di Indonesia itu 304T (bos djarum dan BCA), pak harry tanoe soedibyo 12T dan sandiaga uno 8T.

Segitu hasil browsing saya, andai saya tidak jadi yang terkaya di Indonesia, hanya dapat 10% saja dari orang terkaya di dunia, maka saya bakal punya 200T. Apa yang mau saya pakai dengan 200T ini?

Saya coba urutkan :

50T saya pakai untuk penyelesaian konflik2 di negara Islam saat ini, 50T saya gelontorkan untuk proyek 1JT wirausaha muda di Indonesia, Lalu masing-masing 34 T untuk pembangunan taman bermain keluarga islami dan laboratorium tehnologi masing-masing 1 di 34 provinsi di Indonesia.

Untuk membuat budaya yang lebih baik, saya akang membeli 2 stasiun televisi di Indonesia serta 10 stasiun TV baru dengan modal 30T.

Di bidang pendidikan akan ada 10 pesantren & sekolah di setiap provinsi di Indonesia, dengan alokasi dana 1,7T. serta pebangunan world islamic library dengan alokasi 50M.

Saya juga akan memberangkatkan haji 1000 orang setiap tahun serta 40000 orang dhuafa dengan masing-masing 2.4JT agar bisa beribadah, berinfak, berbagi, berwisata bersama keluarganya dan ini akan menjadi kebiasaan rutin setiap tahun dengan menggunakan profit yang diterima.

selanjutnya saya akan gunakan 98M untuk ekspedisi mengunjungi 196 negara dan 4M untuk digunakan sebagai nafkah keluarga. Itu yang akan saya sisakan untuk keluarga. Mereka bisa mencari kekayaan sendiri sehingga 50.7% untuk infak, 49.8% untuk wakaf dan hanya 0.05% untuk pribadi.

Seni mempengaruhi

Manusia itu sangat menyukai hasil, biar prosesnya biadab sekalipun, kalau hasilnya bagus, kamu kaya, mereka ikut, tanpa dipaksa! Sex, harta, kekuasaan begitu memukau manusia. Ada beberapa senin mempengaruhi, tapi uang tetap memiliki kekuatannya sendiri.

Petualangan ke world digital library

Saat coba membuka wawasan, dunia itu luar biasa luas, saat berencana membuka perpustakaan, lalu bertemu congress library dan akhirnya bertamasya ke world digital library dan disana, melihat koleksinya, saya khilaf. Buanyak!

Saya pulang malam, selepas shalat maghrib yang telat setelah menulis soal masa ngampus, saya pulang dengan menaiki busway, hujan gemericik di pulomas. Eh, pas moto tangga saya ketemu pak taufik, berlanjutlah busway, angkot dan finally ketemu gojek yang bermuka masam berlidah pengeluh saya turun saja di jalan, lalu pindah gojek.

Sampai jam 20.30 saya makan, main sama anak-anak yang makin kreatif saja tingkahnya, Jarir ingin main lemari, najmi larang he has ownership, najmi ngantuk malam itu, berinisiatif menginjak kaki apap dan hari itu Najmi berangkat mengaji sendirian! It’s awesome.

Begitu cepat anak bertumbuh, baru kemarin saya melihatnya terlahir, bisa berdiri, berjalan, bicara masih cadel, lalu menjadi jelas, lalu bisa dorong mobil, mengayuh sepeda sendiri, bisa membaca hijaiyah dan sekarang melihat dia mulai mandiri untuk berangkat mengaji sendiri, ke mesjid sendiri, wudhu sendiri, rapihin mainan sendiri, makan sendiri, membuang sampah makanannya sendiri, main game, menyelesaikan konflik diantara kedua adiknya, membuat dialog sendiri, dan beraneka macam sikap dan sifatnya yang membuat saya begitu mengucap syukur atas segala karunia Allah SWT kepadanya.

Terkadang justru saya, seorang ayah seringkali ada rasa insecure dalam hati saya, perlu keterampilan yang baik untuk mengatasi godaan pada overprotektif serta memangkas inisiatifnya, atau mendrive keputusannya alih-alih memberinya kebebasan untuk mengeksplorasi dunianya.

Teruslah tumbuh anakku, kami menyayangimu karena Allah, jika nanti engkau besar, jadilah seorang ‘ulamal ‘amilin, baik dalam ‘ilmu keduniaan maupun ukhrowi. Dan seperti nasihat apap mu ini waktu itu, Jika nanti kamu masuk surga, carilah kami, ajaklah kami, orang tuamu ini untuk ke surga bersamamu.

Jam 9 kami berbincang, berdiskusi hingga cerita tentang ucapan terima kasih. Tak terasa jam 10 datang, kami terlelap.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.