Era Tinggal di Jakarta (2017- ...)

Cerita Harian 93 : Sebuah Anomali


Sabtu, 27 Jumadil Awwal 1440H(2 Feb 19)

Tenang lagi

Malam berlalu, sudah tenang lagi. Subuh menyapa lagi, alhamdulillah. Sabtu pagi yang rencananya mau menulis itu buyar. Kita nikmati saja pagi, dengan kenikmatan gorengan dan kopi luwak. Sudah mau 2 bulan kita minum kopi luwak.

Sabtu pagi dengan sepeda kita berkeliling berlima ke warung, jajan eskirim, beli permen dan biskuit keju. Perjalanan akhirnya dilanjutkan ke sekolah Najmi, sayang guru lagi rapat

TK Najmi

Cita-cita dulu bisa ga usah TK saja, biar dananya ditabung buat masuk SD yang bagus. Atau bisa kita pakai untuk beli buku parenting dan kreatifitas anak. Tapi akhirnya kami putuskan masuk TK saja, biar Najmi lebih siap saat masuk SD. Dan Bisa ada teman yang lebih baik. Lalu TK yang seperti apa?

TK yang pakai montessori atau global school memang luar biasa, harganya juga. SPP perbulan di kisaran 1-2 juta dan uang pangkal sekitar 4-20 jutaan. Berbeda jauh dengan RA atau TK biasa yang pendaftaran 500rb-1 juta dan iuran perbulan 65rb saja. Ada 2 TK yang spesial level di sekitar rumah dan 4 TK standard level yang 3 diantaranya adalah RA. 2 diantara 2 RA itu berdiri dibawah intitusi yayasan yang menaungi mesjid.

Hasil istikhoroh ya di sekolah yang sabtu ini didatangi. Tapi bagaimana sih pilih sekolah yang baik? Saya hanya bisa istikharah. Waktu dulu ya yang paling jadi kendala itu biasanya soal pergaulan. Ada sih beberapa guru yang mengajar dengan sangat baik. Tapi kualitas guru dan teman sekelas, bagaimana bisa memeriksa? Lagipula menitipkan anak dengan biaya terjangkau untuk kualitas yang baik, di sekolah mahal pun sama lah hanya customer supportnya memang lebih baik.

Najmi pernah ikut playground di sekolah bagus. Dan ternyata, ya bagus 🙂 Energi Najmi itu luar biasa dahsyat! Harus disalurkan di sekolah, karena di rumah sudah tidak begitu sanggup mengakomodirnya, harus ada tempat yang lebih luas dan baik.

Hari ini

Siang berlalu saya menulis ringan lalu sore hari kita berkeliling ke perumahan baru tapi tak ada taman. Taman milik pemerintah itu sungguh sayang tidak dikelola warga dengan baik, ada 2 taman dan rumputnya tinggi-tinggi. Padahal kalau ditata dengan baik, alangkah bagusnya. SIsa-sisa taman yang lain adalah fasilitas olah raga, tidak ada arena bermain anak. Kami pun segan singgah disana 🙂

IMG_4679.JPG
Taman Segitiga, Sarigaperi

Malam berlalu seperti biasa, ada tangisan anak-anak, ada letupan, ada uringan, ada yang ingin diusapin. Sudah biasa, justru ini bagus kan 🙂 Anak-anak masih sehat dan bisa menangis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.